Penyakit kelinci yang tidak boleh disepelekan

Penyakit kelinci sangatlah beragam dan penyebabnya juga berbagai macam. Ada yang disebabkan karena makanan yang dimakan, kebersihan kandang kurang, cuaca, dan kelainan bawaan sejak lahir.  Walaupun kebersihan kandang dan makanan selalu diperhatikan tetapi bukan tidak mungkin lagi kelinci bisa terserang penyakit yang terkadang membuat nyawanya tak tertolong.

Seperti jenis anabul kesayangan lainnya, penyakit kelinci harus benar benar diperhatikan dan sebagai pemilik sudah sewajarnya tidak menyepelekan penyakit kelinci. Merawatnya di rumah sambil memberikan obat atau membawanya ke dokter hewan adalah upaya terbaik untuk kembali memulihkan kelinci yang sakit. Jika Anda pelihara kelinci di rumah, perhatikan jenis-jenis penyakit berikut yang mungkin bisa menyerang anabul Anda kapanpun itu.

1.  Bola Rambut Penyakit Kelinci

Saat anabul seperti kelinci, anjing, dan kucing membersihkan diri dengan cara menjilati tubuhnya sendiri, ada kemungkinan rambut atau bulu masuk ke perut. Berbeda dengan anabul lainnya yang bisa memuntahkan rambut dari dalam perutnya. Kelinci justru tidak bisa memuntahkan rambut yang masuk perut melainkan akan dikeluarkan dalam bentuk kotoran.  Banyak kasus terjadi dimana saat rambut yang tertelan cukup banyak, kelinci akan lesu dan tidak mau makan karena perutnya merasa tidak enak.

Hal yang bisa dilakukan adalah dengan memberikannya obat, apabila masih belum berhasil membuatnya normal kembali jalan satu-satunya adalah operasi agar rambut yang ada di dalam perut bisa diangkat. Bola rambut dapat menyebabkan saluran pencernaan terganggu. Akibatnya kelinci tidak bisa menerima cukup serat dari makanannya.

Tindakan pencegahan yang bisa dilakukan adalah melakukan diet tinggi serat agar kondisi kelinci bisa normal kembali. Berikan jerami dan pelet sebagai makanan. Pada banyak kasus, kelinci mengunyah rambut karena merasa bosan. Sebaiknya agar kelinci tidak bosan, cobalah berikan mainan yang bisa digerogoti sehingga kebiasaan abnormal mengunyah rambut dapat dihindari.

2. Nafsu makan hilang

Nafsu makan hilang pada kelinci bisa terjadi secara bertahap ataupun tiba-tiba. Hal yang biasanya menjadi penyebab adalah sakit perut, terjadi pembengkakan, peningkatan air liur, bola rambut, dan mengeluarakn lendir serta tidak bisa mengeluarkan kotoran.

Penyakit kelinci ini merupakan hal yang serius dan tidak bisa disepelekan. Bisa jadi karena pergerakan usus kurang atau bisa disebut usus statis. Perhatikan kelinci Anda, apabila kelinci tidak makan selama lebih dari 4 sampai 6 jam bawa dan periksakan segera ke dokter hewan.

3. Gangguan tulang dan otot

Kelinci sangat rentan terkena fraktur dan diskolasi punggung. Gangguan ini dapat menyebabkan sumsum tulang belakang tertekan lalu patah. Tanda-tanda adanya penyakit ini adalah otot ujung belakang kelinci terlihat lemah, terjadi kelumpuhan, atau buang air besar yang tidak terkontrol. Cara mengatasinya adalah dengan memberikan obat anti inflamasi, penghilang rasa sakit, pemberian cairan intravena, dan mengistirahatkan kelinci secara total di dalam kandang. Biasanya setelah mencoba melskukan beberapa cara mengatasi, tanda-tanda kelumpuhan pada kelinci akan menghilang dalam 3 sampai 5 hari sebab pembengkakan di sekitar tali pusat sudah menyusut.

4. Splay Leg

Ada juga penyakit splay leg yang merupakan suatu kondisi tubuh kellinci tidak normal dimana satu atau lebih kaki menjulur ke samping. Kondisi ini biasanya terjadi saat kelinci berusia 3 sampai 4 minggu. Penyakit ini bisa lebih parah apabila kelinci bayi dibiarkan berjalan di atas lantai yang licin. Sebab, lancai licin dapat membuat kaki kelinci melebar. Jadi sebaiknya jangan letakan kelinci di atas keramik yang licin. Biarkan kelinci lari kesana kemari di lantai yang kasar atau tanah. Apabila penyakit ini diidap oleh anabul kesayangan Anda, siap siap untuk melihat kelincinya mengalami kesulitan berjalan.

5. Penyakit gigi kelinci

Gigi kelinci tidak memiliki skar sejati dan akan terus tumbuh. Pertumbuhan gigi kelinci sangat cepat dimana dalam  sminggu saja sudah bisa tumbuh sampai 2 milimeter. Perlu dilakukan diet untuk mengurangi pertumbuhan baru yang dikhawatirkan nantinya akan  menyebabkan penyakit gigi.

Gejala umum adanya masalah gigi pada kelinci adalah nafsu makan berkurang, selalu mengais atau menggosok mulut, keluar air liur terus menerus yang menyebabkan kelembapan berlebih di bawah dagu, berat badan berkurang, dan sering menjatuhkan makanan.

Pebyebab penyakit ini adalah pola makan yang tidak tepat, maloklusi atau rahang abnormal sejak lahir, diserang hewan lain, menggigit sesuatu yang keras, dan penyakit tulang metabolik.

Itulah beberapa jenis penyakit kelinci yang tidak bisa disepelekan. Apabila sudah timbul gejala segera tangani dan segera bawa ke dokter hewan apabila mengalami gejala yang parah agar tidak terjadi suatu kejadian yang fatal seperti kematian anabul kesayangan Anda.